Jurnal Raya – #27

Posted by on Jan 30, 2016

 

Jurnal Raya

#27

 

Hari ini, saya ke rumah Lea karena ibunya meminta saya datang.

Mau makan malam bersama, katanya.

Begitu melihat saya, Rio (saudara tirinya Lea) dengan kalemnya menyapa saya dengan Mister J.

Saya sebenarnya mau langsung pulang lagi, tapi ibunya Lea keburu muncul dan menarik saya masuk.

Makan malamnya sendiri berjalan canggung buat saya, tapi tidak buat keluarga ini.

Mereka menertawakan saya beramai-ramai.

Lebih tepatnya, menertawakan julukan baru saya.

Kata ibunya Lea, saya pantas disebut Mister J.

J untuk Just handsome.

Semoga reaksi saya tidak terlihat kurang ajar waktu dia mengatakannya tadi.

Sepanjang makan malam, ibunya Lea selalu menaruh sesuatu di piring saya.

Jadinya saya tidak selesai-selesai makan (dan dibuli).

Perut saya rasanya mau meledak karena porsi makan setahun itu.

Begitu Lea bantu-bantu cuci piring, saya mengungsi ke ruang keluarga dan ikut Rio bermain PS.

Saya pikir, lebih baik canggung bermain PS sama dia daripada canggung mendengarkan obrolan Lea dan ibunya soal bagaimana kami bertemu dan sebagainya.

Di luar dugaan saya, main PS dengan Rio tidak canggung-canggung amat.

Tadinya kami memang tidak bicara apa-apa (selain ‘lo player 2 ya’), tapi lama-lama dia bicara juga.

Dia minta saya maklum soal kelakuan Lea dan ibunya.

Katanya, mereka memang suka heboh begitu. Tapi kalau tidak ada mereka, tidak ramai.

Yah, benar juga sih.

Saya cuma belum terbiasa (dan mungkin tidak akan bisa).

Saya terus sadar kalau Rio ini semacam dewa.

Maksud saya, saya baru datang ke sini beberapa kali.

Dia kan tinggal di sini.

Saya harap suatu saat saya bisa dapat tips bagaimana cara menghadapi kehebohan Lea dan ibunya.

 

– Raya

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *