Jurnal Raya – #25

Posted by on Dec 27, 2015

Jurnal Raya

#25

 

Kalau saya mengingat kejadian tiga hari lalu, saya masih merinding (tidak dalam artian bagus).

Saya harus menyalahkan ibu saya, yang membuat saya menonton film-film Disney (juga Hugh Grant), yang rasanya secara tidak langsung memberi saya referensi bagaimana menembak cewek.

Apapun itu, saya menyesal dan saya tidak akan membahasnya lagi.

Tadi siang pas istirahat, Lea akhirnya datang ke lapangan belakang sekolah setelah sibuk dengan pembentukan OSIS yang baru.

Tapi, saya hampir tidak mengenalinya karena dia memakai kacamata bolong dan membawa semacam buku agenda.

Saya sampai tertawa dibuatnya.

Lebih tepatnya, terbahak-bahak.

Dia sampai keki dan pergi begitu saja.

Saya tahu dia tidak benar-benar marah, tapi saya jadi menyesal sudah menertawakannya.

Ini momen yang akan jarang terjadi, tapi saya menyia-nyiakannya begitu saja.

Barusan, saya kepikiran untuk main ke rumahnya, tapi terus saya teringat ibunya Lea yang pasti sudah tahu soal kami.

Terus terang, saya belum siap mental.

Saya belum siap mental kalau Lea ternyata menceritakan detail penembakan itu kepada ibunya.

Saya tiba-tiba jadi ngeri.

Semoga Lea besok datang ke lapangan supaya saya bisa bertanya soal ini.

Saya harap cewek itu belum menceritakan apapun kepada siapapun.

 

– Raya

Share Button

One Comment

  1. Dec 29, 2015

    I love this so much!!! Keep goingggg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *