Jurnal Raya – #24

Posted by on Dec 18, 2015

Jurnal Raya

#24

 

Jadi, pemilihan ketua OSIS sudah selesai.

Seperti yang sudah saya duga, Lea menang telak.

Tapi yang di luar dugaan saya, cewek itu tampil SUPER keren.

Terserah itu sesuai EYD atau tidak.

Saya yakin Bapak juga berpikir begitu waktu melihat orasinya tadi.

Kalau Bapak murid, Bapak pasti ingin memilihnya seratus kali untuk alasan yang sama.

Tadi saat saya melihatnya di panggung dengan titel barunya, saya sadar kalau dia milik sekolah ini.

Saya tidak bisa lagi mengharapkan dia muncul seperti orang kurang kerjaan di lapangan belakang sekolah.

Pas saya mau memberinya selamat, saya melihatnya mengobrol akrab dengan Dimas.

Tadinya, saya pikir Lea masih punya rasa sama cowok itu.

Tapi waktu kami akhirnya punya waktu berdua, saya tahu saya salah.

Lea ternyata juga kehilangan saya.

Dia bicara tidak jelas soal cewek cantik yang akan menonton pertandingan saya nanti—yang mana belum terjadi dan kemungkinan tidak akan terjadi.

Dia kelihatannya kesal sama cewek itu (siapapun dia).

Dia membuat saya jadi berpikir kalau saya punya kesempatan.

Jadi saya mencoba memancingnya. Tapi dari reaksinya, cewek itu sepertinya cuma menganggap saya teman.

Saya jadi ragu lagi dan akhirnya malah bercanda supaya situasinya tidak aneh.

Saya pikir saya sudah siap menyerah, tapi waktu melihat dia mau pergi, saya tidak bisa menyerah.

Setidaknya, saya harus mencoba.

Jadi saya memberanikan diri dan memanggilnya (saya baru tahu kalau selama ini saya tidak pernah memanggilnya dengan nama).

Lalu terjadilah.

Saya menyatakan perasaan saya, dengan kata-kata romantis yang tidak tahu bagaimana bisa keluar dari mulut saya.

Lebih tepatnya, kata-kata norak.

Kalau sekarang saya pikir-pikir lagi, saya juga geli.

Lea untungnya membalas perasaan saya, walaupun banyak bengongnya.

Lebih dari apapun, saya merasa lega.

Maksud saya, setelah semua yang saya lakukan tadi…

Oke. Ada yang belum saya ceritakan.

Ini bagian yang sebenarnya tidak ingin saya tulis di sini. Tapi saya akan menulisnya supaya saya bisa menerimanya (kalau saya tadi memang norak) dan melanjutkan hidup.

Jadi, silakan Bapak siapkan kantong plastiknya.

Sudah siap, Pak?

Ini dia:

Saya mencium tangan Lea.

Ini salah semua film Disney itu.

 

– Raya

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *