Jurnal Raya – #23

Posted by on Oct 31, 2015

Jurnal Raya

#23

 

Ada yang tidak saya tulis di jurnal sebelumnya.

Waktu itu, Lea sempat bilang akan mengajak saya pergi ke suatu tempat yang akan mengubah hidup saya.

Saya sebenarnya tidak berharap apa-apa. Saya pikir dia cuma asal bicara, makanya tidak saya tulis.

Tapi tadi siang, Lea datang ke rumah saya.

Saya benar-benar kaget karena yah, saya tidak siap dengan kehadirannya di rumah saya.

Dia ternyata mengajak saya ke sekolah.

Lebih tepatnya, ke lapangan belakang sekolah yang dipenuhi anak-anak ekskul bola.

Awalnya saya takut, sekaligus marah.

Saya merasa Lea sedang menyerahkan saya kepada kawanan hyena, supaya dia tidak punya kewajiban menemani saya lagi.

Tapi lalu saya sadar kalau saya sangat salah.

Anak-anak ekskul bola itu oke dan menerima saya begitu saja.

Lea juga tetap tinggal dan menonton saya bertanding dari pinggir lapangan.

Sebelumnya, saya tidak pernah benar-benar berpikir akan benar-benar bermain dalam suatu klub yang isinya sebelas orang, melawan sebelas orang lainnya.

Ditambah lagi, ada yang mendukung saya dan meneriakkan nama saya, bertepuk tangan bangga setiap saya berhasil mencetak gol.

Saya cuma pernah memimpikan itu semua.

Lea membuat mimpi saya jadi nyata.

Setelah selesai pertandingan, saya lihat cewek itu tertidur, mungkin kelelahan teriak-teriak.

Begitu dia bangun, dia langsung minta maaf.

Dia, suasana dan perasaan setelah bertanding ini membuat saya jadi sentimentil.

Saya tahu keadaan akan berubah setelah ini.

Kami tidak akan punya waktu untuk mengobrol lagi setelah dia menjadi ketua OSIS dan saya bergabung dengan ekskul bola nanti.

Tapi, Lea mengajak saya berjanji untuk tidak saling melupakan.

Dan janji itu berarti sangat banyak buat saya.

Sore tadi, melihat Lea memakai jaket saya, saya tidak merasa kesal seperti dulu.

Sebaliknya, dalam jaket saya yang kebesaran itu Lea kelihatan… imut.

Saat itu juga, muncul keinginan untuk mengklaimnya, seperti ‘cewek ini punya gue’, tapi saya menahan diri.

Oke.

Salah saya tidak memperingatkan Bapak untuk siap-siap kantong plastik di awal.

Saya sedang jatuh cinta.

Mohon maaf kalau Bapak harus membacanya.

Walaupun saya bisa jujur di jurnal ini, saya tidak bisa mengatakannya kepada Lea.

Tidak sekarang.

Dia sedang punya banyak hal lain untuk dipikirkan.

 

– Raya

Share Button

One Comment

  1. Dec 13, 2015

    ECIEEE RAYAA??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *