Jurnal Raya – #22

Posted by on Sep 29, 2015

Jurnal Raya

#22

 

Hari ini, Lea datang lagi ke lapangan belakang sekolah.

Sebenarnya saya senang, tapi saya juga sudah menduga dia datang untuk bertanya soal kenapa saya suka menyendiri lagi.

Jadi, saya ceritakan saja semuanya.

Supaya dia bosan dan kembali membicarakan dirinya sendiri seperti dulu.

Tapi Lea… dia malah menceramahi saya, berfilosofi soal hidup yang sama kayak main bola. Katanya, tanpa orang lain, saya akan hancur.

Dia juga menyebut pemain-pemain Arsenal favorit saya.

Dia bahkan mengajak saya main bola, walaupun dia payah (dia menyebut sepakbola sebagai olahraga berbahaya).

Dia sama sekali tidak tahu apa-apa soal sepakbola, tapi dia berusaha memahaminya.

Sekali lagi, dia mengejutkan saya.

Dia membuat kata ‘sendiri’ sekarang terdengar asing buat saya.

Dan setelah dipikir-pikir, rasanya saya tahu apa yang salah.

Saya memberinya saran untuk mencalonkan diri jadi ketua OSIS, tapi saya justru khawatir.

Saya tidak khawatir soal kepemimpinannya. Saya yakin dia akan jadi ketua OSIS yang baik.

Saya khawatir kalau dia jadi ketua OSIS, saya akan merindukan semua ini.

 

– Raya

Share Button

One Comment

  1. Oct 18, 2015

    Awww Arraya ??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *