Jurnal Raya – #21

Posted by on Aug 27, 2015

Jurnal Raya

#21

 

Mendekati hari pemilihan ketua OSIS, sekolah jadi heboh.

Tidak seperti tahun kemarin (yang sama sekali tidak seru), tahun ini banyak yang semangat berdiskusi soal siapa yang bakal menang.

Saya tahu apa yang membuat tahun ini berbeda: Lea yang mencalonkan diri.

Dimana-mana orang membicarakannya, membicarakan keberaniannya mencalonkan diri di antara kandidat-kandidat kuat.

Saya harusnya senang cewek itu mengambil saran saya, tapi saya tidak sesenang yang saya duga.

Jam istirahat tadi, Lea tidak datang ke lapangan belakang sekolah.

Mungkin dia sibuk meminta dukungan. Seperti saran saya juga.

Karena dia tidak ada, lapangan terasa lebih luas dari biasanya. Juga lebih sepi.

Di rumah, ibu saya bertanya apa ada yang salah dengan saya dan Lea.

Saya tidak menjawab apa-apa karena saya sendiri tidak yakin apa yang salah.

Dia terus bilang kalau tadi Lea mampir ke klinik hanya untuk bertanya kenapa saya suka menyendiri.

Awalnya saya senang, tapi terus saya berpikir.

Benar, saya penyendiri. Saya tidak suka keramaian. Tapi kenapa ini jadi masalah buatnya? Kenapa dia sebegitu ingin tahu?

Terus terang, saya jadi sedikit takut.

Saya selalu takut setiap ada orang yang ingin tahu soal saya.

Apa mereka bertanya karena benar-benar ingin tahu? Apa mereka bisa dipercaya? Setelah tahu, mereka mau apa?

Hal-hal merepotkan seperti itu.

Tiba-tiba saya sakit kepala.

Saya mau tidur saja.

 

– Raya

Share Button

One Comment

  1. Sep 3, 2015

    always love Rayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………………………………^^
    #LoveRaya
    thanks Ori-Neechan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *