Jurnal Raya – #20

Posted by on Jul 31, 2015

Jurnal Raya

#20

 

Setelah berpikir keras, akhirnya saya memutuskan untuk menulis ini.

Kalau Bapak ternyata memang membaca, silakan siap-siap kantong plastik.

Oke, jadi begini.

Dari dulu, saya tidak pernah benar-benar menyukai anak-anak perempuan.

Di Amerika, mereka tidak pernah menganggap saya ada. Itu menghancurkan rasa percaya diri saya.

Di Indonesia, mereka bergerombol sambil berbisik-bisik setiap melihat saya. Itu membuat saya takut.

Makanya saya tidak pernah berusaha mendekati mereka sampai sekarang. Saya bahkan menghindari mereka.

Nah kemarin, Lea datang lagi ke lapangan belakang sekolah.

Saya tiba-tiba sadar kalau cuma dia satu-satunya cewek yang berani mendekati saya sendirian dan mengatakan semua yang ingin dia katakan. Tidak kapok-kapok, lagi.

Siang itu, dia terlihat luar biasa bahagia dan itu agak bikin silau.

Tapi saya cuma pernah sekali melihatnya berbunga-bunga begini, dan itu waktu dia menceritakan Dimas.

Eh, dia bilang dia memang sedang senang karena Dimas.

Saya jadi kesal setengah mati. Saya pikir, kenapa dia selemah ini sampai bisa jatuh lagi di lubang yang sama?

Terus buat apa acara dansa dan nyanyi waktu itu….

Tapi saya tidak membahasnya lebih lanjut. Bisa-bisa saya tambah kesal kalau dia mulai membicarakan cowok itu.

Jadi saya membelokkan topik ke pemilihan ketua OSIS.

Saya berusaha santai walaupun kepala saya kacau. Saking kacaunya, saya sampai bilang kalau dia harus berkampanye sebagai Miss Jolie.

Barusan saya tertawa sendiri mengingat itu. Saya sembarangan sekali.

Malamnya di rumah, ibu saya bikin tambah kesal.

Dia mengajak saya main ke rumah Lea, katanya mau tanya resep masakan sama ibunya Lea. Dia tidak bisa lebih bisa ditebak lagi.

Saya jelas menolak, tapi ibu saya terus memaksa.

Akhirnya saya mengalah dan ikut pergi.

Lea kelihatannya masih bahagia dan itu bikin saya gerah.

Waktu ibu saya dan ibunya Lea mulai beraksi, akhirnya saya bilang kalau Lea sudah punya pacar.

Tapi Lea malah marah. Katanya, dia tidak baikan dengan Dimas.

Ternyata, siang itu dia senang karena dia sudah berhasil melupakan Dimas dan menolak rayuannya.

Saat Lea mengatakan itu, saya lega setengah mati.

Saya ingin menepuk kepalanya dan bilang ‘itu baru Miss J yang gue tau’. Tapi saya tidak melakukannya karena yah, itu bakal canggung sekali.

Saya hanya memandanginya, karena malam itu dia terlihat berkali-kali lebih jolie.

Kalau belum, silakan muntah sekarang Pak.

 

-Raya

Share Button

4 Comments

  1. Aug 4, 2015

    Aww…Raya sudah mulai jatuh hati rupanya *Oke, saya siap muntah, Hoekk*

  2. Aug 4, 2015

    Kali ini yang lagi jatuh bukan Lea, tapi Raya, aww… Can’t wait for the next journal!

  3. Aug 10, 2015

    Aaaaaaaa Rayaaaaa ya ampun kiyut banget uhu ingin berguling sambil menjerit jadinyaaa

  4. Sep 3, 2015

    that was my moment………
    arigato neechan….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *