Jurnal Raya – #19

Posted by on Jun 26, 2015

Jurnal Raya

#19

 

Begitu bangun tidur pagi ini, saya merasa bingung.

Acara tadi malam, tepatnya bagian dansa dan nyanyi bersama itu rasanya seperti mimpi.

Tapi begitu saya lihat ibu saya yang tidak berhenti senyum-senyum, saya jadi yakin kalau yang semalam itu bukan mimpi.

Saya juga yakin dia tahu semuanya dari ibunya Lea, yang ngomong-ngomong sangat histeris waktu melihat saya mengantarkan Lea pulang.

Di sekolah, semua orang juga histeris soal Lea yang dinobatkan jadi ratu UHSA sama Barbie. Juga soal dia yang dicampakkan Dimas di acara bego itu. Juga soal teman-temanya yang mengeroyok mereka berdua.

Waktu sedang jalan ke kelas, saya melihat Barbie. Rambutnya jadi sangat pendek, tapi saya masih ingat wajahnya. Dia sedang berdiri di depan papan pendaftaran calon ketua OSIS.

Tidak tahu kenapa saya ingin melihat nama Lea di sana. Saya penasaran ekspresi Barbie kalau melihat Lea mendaftar jadi penerusnya.

Seperti biasa, jam istirahat Lea datang ke lapangan belakang sekolah.

Saya tidak melihatnya karena lagi tidur-tiduran, tapi saya tahu itu dia dari cara jalannya.

Saya bingung menjelaskan cara dia berjalan. Saya cuma tahu.

Cewek itu mengembalikan jumper saya (akhirnya), tapi dia kelihatan tidak seperti biasanya.

Tingkahnya aneh, seperti anak kecil yang ketahuan mencuri sesuatu. Saya ajak bercanda pun dia tegang.

Terus tiba-tiba, dia bertanya. Dia bertanya kalau misalnya dia jatuh cinta sama saya, saya mau bagaimana.

Cewek itu benar-benar kacau.

Kejadian tadi malam pasti sangat mengganggunya. Dansanya jelas tidak membantu.

Waktu saya tanya, benar saja, dia masih kesal soal kejadian tadi malam. Dia ingin membalas dendam pada Barbie dan Dimas.

Saya teringat papan calon ketua OSIS tadi, jadi saya mengusulkan ide itu kepada Lea.

Lea langsung menolak dengan semangatnya.

Memang sih, ide itu benar-benar besar. Tapi saya tahu satu info yang mungkin bisa membuatnya menang. Info yang selama ini saya simpan karena saya tidak tahu harus membaginya dengan siapa dan untuk apa.

Jadi selama ini, OSIS tidak mempedulikan ekskul apapun selain basket dan pemandu sorak.

Saya sering tidak sengaja mendengar keluhan-keluhan tentang OSIS yang pilih kasih itu waktu lewat ruangan-ruangan ekskul yang berjejer di jalan ke lapangan.

Saya tidak pernah menyangka info itu akan berguna, tapi saya ingin membantu Lea.

Saya juga ingin membuat dua orang itu menyesal karena sudah mempermalukannya.

Saya yakin Lea bisa memenangkan pemilihan itu. Karena selain punya kartu as, dia juga punya setengah dari apa yang dibutuhkan.

Maksud saya, siapa yang tidak kenal Miss J?

Akan sangat keren kalau dia benar-benar menjadi ketua OSIS.

Barusan, saya berhenti menulis sebentar.

Saya baru sadar kalau kehidupan SMA saya tiba-tiba jadi menarik.

Tiba-tiba, saya punya alasan untuk pergi ke sekolah.

 

– Raya

Share Button

2 Comments

  1. Jun 29, 2015

    Rayaaaaawrrr…
    Sudah mulai menghangat hatinyah. :’) *terharu*

  2. Jul 30, 2015

    Ahh,Raya….
    Kamu yang menarik, bkan sekolahnya. eh, bisa diamuk Lea

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *