Jurnal Raya – #14

Posted by on Jan 13, 2015

Jurnal Raya

#14

 

Hari ini, Lea datang lagi ke lapangan belakang sekolah.

Seperti biasa, dia penuh energi dan mencurahkan semua isi hatinya dengan brutal.

Dan seperti biasa, saya juga meladeni perdebatan tidak pentingnya.

Saya sampai tertawa-tawa dibuatnya.

Sudah lama sekali saya tidak tertawa seperti itu. Rasanya menyenangkan, tapi sekaligus bikin heran.

Mungkin energinya menular, seperti flu.

Setelah selesai membicarakan masalahnya sendiri (dia mengaku dia salah soal alasannya berobat kemarin), dia tahu-tahu menanyakan hal-hal yang tidak saya duga-duga sebelumnya.

Dulu, saya selalu kesulitan menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam itu dari orang-orang.

“Lo dari Amerika? Lo bule?”

“Punya banyak temen orang sana, dong?”

“Tinggal di Manhattan? Bokap-nyokap lo kerja apaan emang?”

Tidak mungkin menjawab semuanya tanpa mengenang kehidupan lama saya di Amerika.

Belum lagi, pertanyaan merepotkan itu muncul berulang-ulang, persis CD rusak.

Jadi seringnya saya tidak menjawabnya sama sekali. Lama-lama, itu juga bikin repot sampai saya merasa lebih baik memisahkan diri.

Tapi waktu pertanyaan semacam itu muncul dari Lea, entah kenapa saya terpancing.

Saya menjawab dengan lancar kalau saya tidak ingin menjadi dokter seperti ibu saya, kalau saya tidak pandai, kalau saya tidak yakin bisa lulus SMA… sampai dia menanyakan kenapa saya selalu menyendiri.

Itu pertanyaan yang kompleks dan harus dijawab dengan panjang lebar, tapi saya cuma menjawab kalau saya tidak pintar bersosialisasi.

Tapi, dia bilang itu tidak benar. Dia bilang saya lumayan asyik. Itu mengejutkan.

Saya tidak pernah menganggap diri saya asyik, terutama setelah ayah saya pergi.

Karena saya tidak ingin membahas soal itu lebih lanjut, saya mengalihkan topik ke yang biasanya cewek-cewek hindari: bola.

Tapi cewek itu tidak sinis soal bola. Dia kelihatan oke-oke saja, jadi… yah oke.

Semoga dia tidak bertanya apa-apa lagi soal saya.

Lebih mudah kalau dia yang bercerita soal kehidupannya, seperti yang sudah-sudah.

 

– Raya

Share Button

One Comment

  1. Jan 15, 2015

    nama asli Raya siapa?? gak mungkin kan Indonesia Raya Merdeka Merdeka….
    kasian sekali kalo namanya itu..
    lanjut terus ya :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *