Jurnal Raya – #13

Posted by on Dec 18, 2014

Jurnal Raya

#13

 

Saya jarang baca mading, tapi hari ini ada yang menarik di sana.

Tadi pagi, seperti biasa saya jalan di selasar kelas dua belas ke arah kelas saya yang letaknya paling pojok.

Secara tidak sengaja, saya melirik ke arah mading dan melihat foto berukuran jumbo.

Yang membuat saya berhenti dan membaca mading itu adalah, orang di foto itu sepertinya familiar. Walaupun di sana dia terlihat jauh lebih muda, sulit untuk tidak mengenali rambut awut-awutan itu.

Artikel di bawah foto gigantik itu membuat saya yakin kalau orang di foto itu memang Miss J.

Judulnya 10 Fakta tentang Miss J. Dari sana saya akhirnya jadi tahu kalau Miss J itu bukan sebuah gelar yang patut dibanggakan.

Siangnya di lapangan belakang sekolah, si Miss J, maksud saya Lea, muncul lagi dan… tebak apa?

Iya Pak, dia teriak-teriak lagi.

Benar-benar cewek yang sibuk.

Kali ini dia mengomel soal Barbie. Saya pikir dia butuh bantuan medis karena sampai punya masalah dengan boneka, tapi ternyata Barbie ini nama orang.

Tepatnya, nama ketua OSIS sekolah ini yang sudah dua tahun menjabat dan dari cerita Miss… Lea, adalah seorang diktator.

Saya baru tahu, tapi itu bukan jenis info yang saya ingin tahu sih.

Terus, dia menyebut soal kejadian di kantin. Saya tidak tahu apa-apa soal itu. Tapi dari ekspresinya, sepertinya tidak bagus.

Saya lalu memberitahunya soal mading tadi, walaupun sempat ragu.

Reaksinya agak mengkhawatirkan. Cewek itu sepertinya semakin kesal sama yang namanya Barbie. Saya duga sih, Barbie ini yang membuat mading itu.

Mungkin saya sudah melibatkan diri dalam sesuatu yang tidak seharusnya. Jadi, saya berusaha untuk tidak peduli.

Tadinya Lea senang saya tidak tahu si Barbie ini, tapi terus dia marah-marah lagi. Katanya kalau saya sudah liat si Barbie ini, saya pasti naksir.

Dia juga mengomel soal cowok yang menuntut cewek supaya jadi lebih cantik.

Terus terang, saya sudah cukup banyak melihat cewek-cewek yang menjadi cantik setelah ibu saya tangani.

Alasan mereka biasanya sama. Mereka ingin disukai, bukan karena ingin kulit mereka sehat.

Lea ini sama saja. Dia juga ke klinik ibu saya karena dia mau membuat cowok yang ditaksirnya terkesan.

Saya bisa tahu itu hanya dengan melihatnya. Seperti yang dulu saya pernah bilang, cewek ini transparan.

Saya tidak tahu kenapa, tapi hari ini saya merasa kesal mengobrol dengannya.

Bukannya kemarin-kemarin obrolan kami menyenangkan sih. Hanya saja, hari ini saya lebih kesal dari biasanya.

Mungkin karena cewek itu masih memakai jumper saya.

Itu bikin saya ingat kalau uang saku saya bulan depan akan dipakai untuk membelikannya jumper baru.

 

– Raya

Share Button

5 Comments

  1. Dec 18, 2014

    Hihi, Raya mulai cerewet. :3

  2. Dec 18, 2014

    kecewa mungkin Ray!! Leanya ga sesuai dugaan lo.. bkn karena jumper eaakkk:v

  3. Jan 1, 2015

    Rayaaa! Ungkap nama aslinya Kak!

  4. Jan 1, 2015

    Ungkap nama aslinya Raya dong!

  5. Jan 8, 2015

    Rayaaaaa……………

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *